AB-THOHA
Jalin silaturrahim gapai ridho ilahi
Wednesday, June 08, 2011
Materi UAS Etika Profesi dan Pendidikan Agama Islam2
Untuk teman teman yg akan akses materi UAS EP dan PAI 2, silahkan klik thoha.wordpress.com. Terimakasih.
Wednesday, April 27, 2011
Tugas Etika Profesi 2011
TUGAS ETIKA PROFESI
Pengampu : Aris Badaruddin Thoha, S.Kom, S.Ag, M.Ag
Kelompok 1
Tema : Etika Programmer
Bahasan :
1. Kode etik programer
2. Faktor yang mempengaruhi produk dan produktivitas programer
3. Ketrampilan yang harus dimiliki programer
4. Kewajiban programer
5. Sikap programer terhadap klien
Kelompok 2
Tema : Etika Dunia Maya
Bahasan :
1. ETIKA BERAKTIFITAS DALAM DUNIA MAYA/INTERNET (E-mail, Chating dan Join Group/Forum)
2. Netiket email
3. Netikat chating
4. Netiket Mailing list/Group
Kelompok 3
Tema : Tinjauan Hukum Transaksi Elektronik (E-Commerce)
1. Amati situs tentang e‐commerce, misal : Bhinneka.Com, amazone.com atau yang lainnya.
2. Buatlah makalah tentang bagaimana mereka melakukan transaksi secara elektronik mulai dari pembeli memesan barang, pembayaran sampai pada penerimaan barang.
3. Bagaimana tinjauan hukum Indonesia tentang transaksi elektronik? (tinjauan thd UU ITE)
Kelompok 4
Tema : Telaah Kritis Konsep HAKI”
Bahasan :
1. Sejarah Hak Cipta
2. Prinsip Dasar Konsep HAKI
3. Hak Cipta (Copyright)
4. Tinjauan hukum positif dan HAKI dalam perspektif Islam
Kelompok 5
Tema : Lisensi Komersial Software
Bahasan ;
1. Pengertian lisensi software
2. Jenis jenis lisensi software
3. Beberapa peraturan/uu ttg lisensi software
4. Macam macam pembajakan software
Kelompok 6
Tema : Lisensi Opensource yang berkembang di Indonesia.
Bahasan :
1. Pengertian Opensource
2. Latar belakang pemberian Lisensi Opensource
3. Berbagai Jenis Lisensi Opensource
4. Aspek Hukum Lisensi Opensource
Kelompok 7
Tema : Cybercrime
Bahasan :
1. Pengertian Cyber crime dan Jenis‐jenisnya
2. Kasus cyber crime yang pernah terjadi di Indonesia. Bahas apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi, dan bagaimana upaya melakukan penanggulangan hal tersebut.
3. Tinjauan Hukum Indonesia terhadap Cybercrime.
Catatan :
1. Semua makalah diupload ke dalam blog masing masing anggota kelompok baik versi PDF atau PPT yang siap dipresentasikan.
2. Kelompok lain harap mendownload hasil tugas, agar pada saat presentasi tahu apa yang akan dibahas.
3. Presentasi online depan kelas sesuai dengan jadual masing-masing.
4. Materi Tugas ini bisa didownload di stmikelrahma.ac.id/elera – Aris Badaruddin Thoha-Etika Profesi.
Monday, January 17, 2011
Kisi kisi UAS Gasal 2010/2011
1. Makna syahadat dan konsekuensinya
2. Makna beriman pada takdir
3. Etika, Moral dan Akhlak
4. Etika berpakaian dalam Islam
5. Etika Pergaulan dalam Islam
6. Hukum Pembunuhan dalam perspektif Islam
7. Hukum Perzinahan dalam Perspektif Islam
8. Hukum Pencurian dalam perspektif Islam
9. Dakwah, pengertian dan metodenya
10. Jihad VS terorisme
Sifat ujian :
Buka Al Qur'an
Monday, October 25, 2010
Allah Bersemayam di Arsy !!!
Bahwa Allah itu mustahil dari sifat dibawah ini: 1. kebutuhan 2. kekurangan 3. keterbatasan jadi jika ada sesuatu pemikiran tentang Allah dan Allah memiliki sifat diatas, maka harus dibuang. Tetapi apakah bersemayam(nya Allah) mempunyai sifat seperti di atas? Tidak ada yang salah dengan ayat berikut: Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at.. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? QS. As Sajdah (32):4 sehingga tidak perlu penakwilan, begitu juga dengan 'bersemayam di atas 'Arsy' artinya bersemayam di atas 'Arsy. Kalaulah 'bersemayam di atas Arsy' (dalam ayat tersebut) diartikan 'bertempat yang berarti memiliki batasan, dan bila memiliki batasan maka dia kekurangan, dan bila kekuranggan maka dia butuh akan sesuatu' tentu ini penafsiran yang salah. Maka penafsirannya harus dikembalikan pada QS. Asy Syura (42):11 Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. Jadi Allah memang bersemayam di atas Arsy dan jangan pernah tanya bagaimana. Jika Anda bertanya bagaimana maka Anda akan berpendapat sesuai dengan apa yang ada dipikiran Anda (tentu yang ada dipikiran kita adalah semua hal yang pernah kita lihat, kita dengar, kita rasa dan yang pernah kita indra). Semua hal yang bisa kita lihat, kita dengar, kita rasa dan yang pernah kita indra adalah berupa makhluk atau sifat makhluk. Dan Allah terbebas dari sifat makhluk atau sifat makhluk seperti yang Allah jelaskan sendiri pada QS. Asy Syura (42):11. Untuk lebih jelas coba bertanya tentang: Bagaimana Allah BERSEMAYAM DI ATAS 'ARSY? QS. As Sajdah (32):4 Bagaimana Allah MELIHAT? QS. Asy Syura (42):11 Bagaimana Allah MENDENGAR? QS. Asy Syura (42):11 Bagaimana Allah MELEMPAR? QS. Al Anfal (8):17 Bagaimana Allah MEMBUNUH? QS. Al Anfal (8):17
Bukti Tuhan itu Ada
http://syiarislam.wordpress.com/2007/09/13/bukti-tuhan-itu-ada/
Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.
Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]
Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.
Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.
Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”
Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.
“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.
Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.
Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”
Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.
“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.
Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.
“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.
Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”
“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.
“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.
Orang banyak berkata, “Tidak!”
“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.
Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.
Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?
Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?
Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).
Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.
Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.
Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.
Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.
Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Mat
ahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.
ahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.
Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]
Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]
Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di
atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]
atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2] “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]
Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:
“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]
“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi’ah:63-64]
“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]
Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:
“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]
Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta
Wednesday, October 20, 2010
Perbandingan bumi dengan lainnya 2
http://moeflich.wordpress.com/2007/11/24/perbandingan-ukuran-planet/
Foto menakjubkan..!! Perbandingan ukuran planet bumi dengan planet lainnya dalam sistem tata surya kita. Sebuah renungan yang bagus untuk menyadari betapa kecilnya kita di alam semesta, betapa tak berartinya kita dihadapan Tuhan. Betapa kesombongan dan keangkuhan adalah hal-hal yang tidak pantas menempel pada diri kita.
a
Planet bumi adalah terbesar dibanding dengan 4 planet lain: venus, mars, mercury dan pluto.
a

Tapi, masya Allah, bumi hanyalah sebuah kelereng dibandingkan ukuran Saturnus dan Jupiter. Bumi dengan kedua planet besar itu, persis seperti kelereng dengan bola voley.
a

Masihkah menempel debu-debu keangkuhan dalam diri kita??
Masih layakkah kita merasa hebat padahal kita hanya makhluk yang mendiami setitik debu yang sangat lemah?
Mari bertobat wahai umat manusia, dari keangkuhan kita yang tidak pantas selama ini, dari pembangkangan kita kepada Allah selama ini, dari dosa-dosa kita yang bertumpuk, dari keburukan dan kebusukan kita selama ini!! Sebelum bumi yang setitik debu itu dihancurkan oleh Allah dan kelak kita semua menyesal di akhirat. Sedangkan penyesalan disana sudah tidak ada gunanya lagi!!
Foto menakjubkan..!! Perbandingan ukuran planet bumi dengan planet lainnya dalam sistem tata surya kita. Sebuah renungan yang bagus untuk menyadari betapa kecilnya kita di alam semesta, betapa tak berartinya kita dihadapan Tuhan. Betapa kesombongan dan keangkuhan adalah hal-hal yang tidak pantas menempel pada diri kita.
a
Planet bumi adalah terbesar dibanding dengan 4 planet lain: venus, mars, mercury dan pluto.
a

Tapi, masya Allah, bumi hanyalah sebuah kelereng dibandingkan ukuran Saturnus dan Jupiter. Bumi dengan kedua planet besar itu, persis seperti kelereng dengan bola voley.
a

Di depan matahari?? Masya Allaah ……. jupiter dan saturnus seperti sebuah kelereng di depan bola basket, dan planet bumi yang kita rasakan besar dan luas ini, yang bila kita pergi keluar kota saja sering terasa capek dan melelahkan, yang banyak daerah apalagi negara di dunia yang belum kita kunjungi, hanya sebuah titik debu di permukaan matahari. Allahu Akbar … Ternyata manusia yang jumlahnya miliaran ini, yang pintar dan cerdas ini, yang sering angkuh dengan apa yang sudah dicapai otaknya, yang sudah membangun peradaban modern yang serba canggih ini, ternyata di alam semesta, tak ubahnya seperti amuba yang hidup dalam sebuah titik debu dan harus menggunakan mikroskop untuk melihatnya. Jadi, kiamat yang kita takuti itu, bagi Allah kira-kira hanyalah “menyentuh-nyentuhkan” sebuah ujung rambut yang patah atau ujung sebuah penitik atau tusuk gigi ke planet bumi, lalu hancurlah bumi dengan segala isinya!!
Masih adakah ruang keengganan untuk tidak taat kepada Allah Sang Pencipta Yang Maha Besar??Masihkah menempel debu-debu keangkuhan dalam diri kita??
Masih layakkah kita merasa hebat padahal kita hanya makhluk yang mendiami setitik debu yang sangat lemah?
Mari bertobat wahai umat manusia, dari keangkuhan kita yang tidak pantas selama ini, dari pembangkangan kita kepada Allah selama ini, dari dosa-dosa kita yang bertumpuk, dari keburukan dan kebusukan kita selama ini!! Sebelum bumi yang setitik debu itu dihancurkan oleh Allah dan kelak kita semua menyesal di akhirat. Sedangkan penyesalan disana sudah tidak ada gunanya lagi!!
Perbandingan bumi dengan lainnya1
http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20423088
Gbr.1
Gbr.2
Gbr.3
Gbr.4
Gbr.5
Subhanallah....
Bumi kita tercinta yang ukuran nya begitu besar,mungkin tidak akan pernah kita jelajahi ke semua tempat di bumi ini untuk menikmati keindahan ciptaan ALLAH SWT.Ternyata ukuran bumi kita tidak ada apa-apa nya kalau dibanding dengan Planet lain di semesta ini...
Perbandingan Ukuran Bumi dengan Planet Lain
Besar matahari adalah 330.330 kali lebih besar daripada bumi
Diperkirakan usia bumi mencapai 4,6 milyar tahun
Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit).
Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi,
Berat jenis bumi sekitar 5.500 kilogram per meter kubik
Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer.
Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain,
dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1.
Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan.
70,8% permukaan bumi diliputi air.
Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.
Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer
dengan suhu 4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer,
lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi,
dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.
Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer.
Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng
(teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi.
Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter,
dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter.
Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter,
sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
Diperkirakan usia bumi mencapai 4,6 milyar tahun
Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit).
Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi,
Berat jenis bumi sekitar 5.500 kilogram per meter kubik
Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer.
Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain,
dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1.
Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan.
70,8% permukaan bumi diliputi air.
Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.
Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer
dengan suhu 4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer,
lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi,
dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.
Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer.
Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng
(teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi.
Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter,
dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter.
Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter,
sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
Subhanallah....
Bumi kita tercinta yang ukuran nya begitu besar,mungkin tidak akan pernah kita jelajahi ke semua tempat di bumi ini untuk menikmati keindahan ciptaan ALLAH SWT.Ternyata ukuran bumi kita tidak ada apa-apa nya kalau dibanding dengan Planet lain di semesta ini...
Subscribe to:
Posts (Atom)